Sejarah

Pada awal tahun 1987 Bapak Karolus Tue Ledjab, S.Pd  berpikir cara untuk membantu keluarga yang kesulitan uang untuk menyekolahkan anak. Bapak Karel yang pada waktu itu berusia 36 tahun kemudian berinisiatif untuk membentuk kelompok arisan dengan mendiskusikan hal tersebut bersama Bapak Yosep Lanang dan beliau berdua bersepakat membagi tugas untuk mulai mendekati dan mengajak keluarga serta kenalan-kenalan dan pada akhirnya terbentuklah kelompok arisan yang beranggotakan 7 orang antara lain :

  1. Bapak Rofinus Raja Tolok
  2. Bapak YosepLanang
  3. Bapak Paulus PitoWitin (Alm)
  4. Bapak Karolus Tue Ledjab
  5. Bapak Petrus Bala Ope Luon (alm)
  6. Ibu Katarina Langobelen
  7. Bapak Bernardus Bala Ledjab (alm)

Besarnya  arisan Rp. 10.000  per anggota/bulan. Mereka bersepakat jika arisan berjalan lancar, maka selesai arisan akan dibentuk Koperasi. Terbukti arisan berjalan lancar  dan selesai  Desember 1987. Akhirnya mereka bersepakat untuk mendirikan sebuah Koperasi, maka mereka mengajak keluarga, handai tolan dan tetangga untuk bergabung  menjadi anggota koperasi. Tidak semua anggota arisan sepakat untuk membentuk Koperasi. Bapak Petrus Bala Ope meninggal sebelum arisan selesai, Sementara Ibu Katharina Langobelen tidak bersedia menjadi anggota Koperasi, dengan sendirinya tinggal lima orang yang bersepakat untuk membentuk Koperasi.

 

Setelah melalui pendekatan dengan keluarga dan kawan-kawan maka pada tanggal 10 Januari 1988 berkumpulah 12 orang  dirumah Bapak Bernadus Bala Ledjab untuk membentuk Koperasi dengan nama ANKARA. Dipilih nama “ANKARA” adalah singkatan dari Aneka Karya, yang berarti Koperasi ini menghimpun orang-orang dari berbagai profesi di antaranya Petani,  Pedagang,  Buruh, Nelayan,  Guru,  Pegawai,  Pensiunan, Ibu rumah tangga dan lain-lain.

Mengingat jumlah anggota yang terhimpun baru mencapai 12 orang, yang mana hal ini belum memenuhi syarat minimal jumlah anggota maka semua bersepakat untuk bergerilya mengajak, meyakinkan serta memberikan pemahaman pentinganya sebuah Koperasi kepada kenalan dan handaitolan. Berkat kerja keras dan tekad yang kuat dalam menghadapai berbagai penolakan serta cemoohan yang juga dialami, maka di akhir tahun 1988 berhasil terhimpun anggota sebanyak 32 orang.

Sebagai modal awal Koperasi ditetapkan Simpanan Pokok Rp 20.000 dan Simpanan Wajib Rp. 500/anggota.

 

Berikut adalah daftar Pengurus Pertama KSU ANKARA :

Ketua              : Rofinus Raja Tolok

Sekretaris        : Karolus Tue Ledjab

Bendahara I    : Pius Suban Raya

Bendahara II   : Yoseph Lanang

Badan pengawas pertama adalah :

Ketua               : Bernadus Bala Ledjab

Sekretaris        : Yoseph Hoda

Anggota           : Wilem Wata Koban

 

Titik perubahan KOPERASI dari KSU ANKARA menjadi KOPDIT terjadi dalam kurun waktu yang berdekatan. Hal ini bermula saat pengurus KSU ANKARA diundang mengikuti pelatihan pembukuan yang diselenggarakan oleh perwakilan BK3D NTT Timur di Larantuka.

Dalam materi pelatihan turut juga diperkenalkan sebuah model Koperasi yakni Koperasi Kredit, sehingga sekembalinya dari Larantuka para pengurus bersepakat untuk beralih dari KSU ke KOPDIT.

Pada awal tahun 1989 Bapakp Yan Kia Poli (alm) yang pada waktu itu menjabat sebagai Ketua DEKOPINWIL dan Ketua KOPDIT Caritas Kupang hendak berobat ke Lewoleba. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh pengurus KSU ANKARA untuk berdialog dan belajar bagaimana cara mengelolah sebuah Koperasi Kredit, sehingga dalam momen RAT Perdana tanggal 09 Maret 1989 disepakati perubahan KSU ANKARA menjadi KOPDIT ANKARA.

Berkembangnya KSP KOPDIT ANKARA di tahun-tahun awal tidak terlepas dari peran serta Pemerintah dan Pemuka-pemuka Agama, sehingga dahulu pada hari Minggu (Minggu Ke-2 dalam bulan) masyarakat sering mengenanyal dengan isitilah Minggunya ANKARA, hal ini dikarenakan pada minggu tersebut terjadi pertemuan-pertemuan disemua kelompok yang tersebar di Lewoleba hingga pelosok-pelosok, dan ini menjadi spirit tersendiri KOPDIT ANKARA.

 

Seiring berjalanya waktu dan perubahan berbagai regulasi Koperasi Indonesai oleh Menteri Koperasi yang mengharuskan Nama Sebuah Lemabaga Koperasi harus mengandung Tiga Kata, maka pada RAT ke 30 nama KOPDIT ANKARA berubah menjadi KOPERASI SIMPAN PINJAM KOPDIT ANKARA atau yang disingkat KSP KOPDIT ANKARA hingga saat ini.